Senin, 22 November 2010

Strategi Militer dan Bisnis

Konsep Strategi Militer
pada strategi bisnis Jepang dalam
menguasai pasar dunia


Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua kebutuhan peralatan dan perangkat yang digunakan disebagian besar belahan dunia, hampir semua menggunakan produk Jepang, sebagai citra mutu tinggi sebuah barang, mulai dari Televisi, Camera, Mobil, Motor, komputer, Jam tangan dan masih banyak produk bermutu tinggi yang diproduksi Jepang yang telah diakui dan menguasai pasar secara Internasional. Namun sebelum itu jauh sebelum kondisi ini dapat diterapkan oleh Jepang, Jepang telah menerapkan Strategi yang tepat, pemilihan waktu yang tepat, memberdayakan Kekuatan Nasional secara tepat serta mengerti kebutuhan pasar secara tepat pula.


Strategi Jepang, ternyata diinspirasi oleh prinsip perang yang ditulis oleh SunTzu, yang telah berabad-abad yang lalu telah dipelajari oleh Jepang, salah satu strategi sebagai contoh yang diterapkan Jepang saat hendak menyerang kedudukan Inggris di Singapura. Secara logika yang dipercaya Inggris, bahwa barang siapa yang menguasai laut, maka mereka akan mengusai dunia, sehingga Inggris mempersiapkan meriam dengan menempatkan kedudukan meriam untuk menghadang kekuatan Jepang yang diperkirakan akan menyerang dari arah laut. Akan tetapi, Jepang tidak menyerang dari arah laut, tetapi justru bergerak menggunakan jalan pendekat darat, menyerang dari semenanjung Malaysia, yang mengagetkan dan memporak porandakan pertahanan Inggris, dalam hal ini Jepang menerapkan prinsip Pendadakan, dengan menyerang dari arah yang tidak terduga.

Hampir sama yang terjadi dengan Pearl Harbour, Jepang meyakinkan tidak akan pernah menyerang Pearl Harbour, meskipun dalam perencanaannya, Jepang mempersiapkan kekuatan pasukan untuk menghancurkan Pangkalan Amerika tersebut. Meskipun dunia mengecam bahwa Jepang tidak tahu malu dengan melakukan penipuan, tetapi Jepang percaya bahwa keputusan menyerang Pearl Harbour, merupakan penerapan prinsip Pengelabuan yang juga ditulis oleh Sun Tzu.

Jepang sangat dikenal mempunyai tradisi yang sangat mahir menyempurnakan usaha yang telah berkembang dan diusahakan orang. Salah satu contoh, orang berpendapat bahwa tehnik pembuatan Bonsai asli berasal dari Jepang, tetapi ada pendapat bahwa tehnik Bonsai, telah berkembang di Cina beberapa abad sebelumnya yang diadopsi Jepang dan disempurnakan serta diperkenalkan keseluruh dunia, dengan menggunakan nama Bonsai sebuah kata Jepang yang berarti menanam pohon dalam jambangan yang dangkal, sehingga orang menjadi percaya bahwa Bonsai merupakan karya asli Jepang.


Pada mulanya, Jepang belum memiliki teknologi maju seperti yang ada saat ini. Jepang dengan menyadari bahwa Negaranya tidak memiliki sumberdaya Alam yang memadai untuk memenuhi kebutuhan Rakyatnya, mamacu semangat untuk menemukan sebuah terobosan dengan perencanaan yang benar.
Perusahaan perusahaan Jepang, secara berkala yang diketahui menerapkan perkemahan tahunan yang dilakukan selama 2 minggu setiap tahun, diikuti oleh para menejer dan pegawainya.

Selama kegiatan perkemahan, semua kegiatan dikendalikan secara militer, mulai dari bangun pagi, sampai istirahat malam, dengan menerapkan ketentuan yang berlaku bagi Militer. Semua kegiatan dikendalikan secara ketat menyangkut menyelesaikan pekerjaan Tim, tehnik Survival ( bertahan hidup), mengatasi ketakutan dalam kesulitan, melakukan tugas dengan rintangan yang berat dan kegiatan lain layaknya yang diterapkan didunia latihan militer. Selama perkemahan tidak jarang para peserta harus gagal menyelesaikan kegiatan ditengah jalan karena tekanan berat yang diterapkan.

Dari hasil latihan perkemahan tahunan ini diketahui bahwa para peserta yang mampu bertahan dan dapat menyelesaikan semua kegiatan dengan baik, dalam melaksanakan tugas mereka di perusahaan, mereka berhasil menjadi menejer dan menjadi pengambil keputusan yang meyakinkan.

Selain jenis penyiapan sumberdaya manusianya yang menerapkan gaya militer, ternyata Jepang juga menerapkan Strategi militer dalam menguasai pasar, seperti halnya penerapan Kampanye militer dalam perang, yang dikendalikan secara teliti.

Kemahiran jepang dalam menyempurnakan usaha dan pekerjaan orang lain ternyata menjadi perilaku bisnis untuk menguasai pasar dunia. Dalam hubungan ini Jepang menerapkan 5 langkah strategi dalam pengembangan dan proses pabrikan yang urutan kegiatannya sebagai berikut:

- Jepang pada mulanya dipandang pasar dunia sebagai pembuat imitasi dan peniru yang menghasilkan produk pabrikan yang rendah mutu, citranya waktu itu bahwa label “made in Japan” pada produk pabrikan jepang sebagai barang bermutu rendah. Karena langkah awal masa itu jepang mengimpor barang jadi utuh, kemudian dibongkar menjadi elemen-elemen barang. Selanjutnya Jepang meniru semua elemen dan merakitnya dengan memanfaatkan tenaga yang lebih murah, maka jadilah barang yang rendah mutu.

- Pada langkah kedua, dengan melakukan hal yang serupa, tetapi Jepang menambah atau membuat sedikit perubahan, dengan mencari kelemahan barang untuk selanjutnya mutu barang ditingkatkan dengan melakukan perubahan kecil tersebut.

- Langkah ketiga, Jepang mulai melalukan langkah improvisasi, dengan membuat barang tiruan, tetapi dengan mutu lebih baik dan memberi citra khas Jepang, sebagai mutu buatan Jepang. Pada langkah ini pasar mulai mengakui kehadiran Jepang, dengan ciri mutu lebih baik, tetapi harga lebih murah. Jepang tidak meniru aslinya tetapi membuat produk baru dengan model dan mutu yang lebih baik, namun harga lebih murah dibandingkan dengan produk aslinya.

- Langlah berikutnya, Jepang sudah pada posisi menciptakan Inovasi, mampu membuat produk yang juga dibuat di dunia barat, dengan citra mutu lebih baik, penampilan lebih menarik dan tentu saja harga lebih murah, dengan menampilkan berbagai merk dagang dengan ciri khas Jepang. Pada masa ini Jepang telah diterima oleh pasar dan bersaing dengan produk serupa yang dihasilkan oleh pabrikan Barat.

- Saat sekarang, yang sudah dimulai berarapa waktu sebelumnya, Jepang telah menjadi negara Pencipta produk. Dengan penyiapan sumberdaya manusia yang terencana, tantangan kondisi sumberdaya alam yang terbatas dan teritorial yang penuh dengan ancaman bencana, Jepang mencari dan menggali berbagai pengetahuan dan mengembangkan teknologi modern yang bahkan telah mencapai tingkat penciptaan genetika cerdas, komputer super, robot super, teknologi pertanian canggih dan masih banyak hasil penciptaan Jepang yang lain. Kemampuan ini sulit dibendung dan bahkan diperkirakan akan meninggalkan kemampuan dunia barat dalam berbagai penemuan dan produksi pabrikan.

Dengan memperhatikan langkah-lngkah yang dilakukan Jepang, terlihat bahwa kemampuan jepang mengembangkan kekuasaan atas pasar dunia, dilakukan dengan perencanaan yang teliti, pengawasan yang ketat seperti dalam penerapan strategi militer, yang dapat digambarkan sebagai sebuah langkah yang tepat , waktu yang tepat dan memanfaatkan kekuatan nasionalnya secara tepat pula, menerapkan strategi menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dunia.

Tulisan ini diinspirasi dari Buku Sun Tzu, Perang dan manajemen, yang ditulis oleh Wee Chou Hou Cs

Tidak ada komentar: