Sabtu, 30 Oktober 2010

Pertahanan Negara

CIVIL-MILITARY RELATION

Hubungan sipil – militer, telah berkembang dan menjadi sebuah konsep yang penting bagi peningkatan daya saing sebuah negara. Melalui beberapa tahapan perekembangan yang pada akhirnya hubungan ini harus merupakan kebutuhan bagi sipil maupun militer dalam menghadapi segala bentuk ancaman maupun dalam mencapai sasaran pembangunan. Issue yang mempengaruhi hubungan sipil militer, meskipun bukan merupakan hal yang baru lagi dalam pengembangannya, namun tetap menjadi pengaruh utama perkembangan hubungan sipil militer secara global, antara lain Demokratisasi, Globalisasi, liberalisasi ekonomi dan perkembangan teknologi.


Pada dasarnya setiap negara menghadapi potensi ancaman baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Selain ancaman, setiap negara juga memilki tugas dan kewajiban untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan, yang membutuhkan kerjasama dan melibatkan seluruh komponan bangsa. Setiap individu, setiap organisasi, setiap institusi, sesuai dengan kemampuan, tugas dan tanggung jawabnya, merupakan kekuatan yang harus dapat disinergikan sebagai kekuatan untuk mencegah dan menghadapi ancaman juga kekuatan untuk dapat mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Ancaman maupun sasaran merupakan permasalahan bersama, bukan menjadi hak atau kewajiban individu, organisasi atau institusi tertentu dan hanya melalui kerjasama dari semua unsur yang dapat mencapai cita-cita bangsa.

Jumat, 29 Oktober 2010

Pertahanan Negara

Open up Your Mind .
Tanggung jawab utama pembentukan sebuah Negara adalah mempertahankan kedaulatannya dan untuk mampu mempertahankan kedaulatan Negara diperlukan usaha untuk melakukan pertahanan dengan mempersiapkan unsur-unsur kekuatan Negara agar dapat didaya gunakan dan dikerahkan untuk melaksanakan tugas pertahanan Negara.
Untuk mempertahankan kedaulatan Negara diperlukan alat pertahanan, yang dalam bahasa internasional, biasanya diserahkan kepada kekuatan militer, yang professional, terlatih dan dijamin kesejahteraannya. Indonesia dengan wilayah Negara yang sangat luas dan posisi yang strategis karena berada diantara dua benua dan dua samudera, menjadikan Negara Indonesia menghadapi berbagai ancaman, meskipun kekayaan alam dan posisinya bila dikelola dengan baik akan mendatangkan kesejahteraan rakyatnya.
Permasalahan yang timbul bahwa Negara masih belum menjadikan upaya pertahanan Negara sebagai sesuatu yang prioritas, karena menganggap bahwa masih banyak permasalahan lain yang lebih penting untuk diperhatikan. Namun bila didalami lebih jauh, kedaulatan Negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa, merupakan hal utama yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah.
Berfikir tentang Pertahanan Negara, maka Indonesia telah menetapkan sebuah system pertahanan yaitu “system pertahanan semesta” yang berarti melibatkan seluruh warga Negara, sumberdaya dan prasarana Nasional serta wilayah Negara.
Bagaimana merancang dan mempersiapkan Pertahanan Negara agar tugas menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan menyelamatkan bangsa dapat terlaksana dengan baik ?


Kamis, 28 Oktober 2010

MEMBANGUN KEMANDIRIAN BANGSA MELALUI INDUSTRI PERTAHANAN


MEMBANGUN KEMANDIRIAN BANGSA
MELALUI INDUSTRI PERTAHANAN

Oleh : Juanda. Sy, M.Si (Han)
1. Pendahuluan.
Setiap negara dalam melindungi rakyat, wilayah dan kedaulatannya, akan mengerahkan segenap kemampuan agar tidak jatuh kedalam penguasaan dan pendudukan negara lain. Untuk melakukan tugas tersebut, banyak negara menerapkan sistem pertahanan untuk menghadapi ancaman baik dalam bentuk agresi ataupun invasi dengan melibatkan seluruh rakyat, wilayah dan sumber daya yang dimiliki. Perang semesta, secara ekplisit telah disepakati oleh bangsa Indonesia sesuai dengan amanat Undang-undang dasar 1945 yang tertuang dalam pasal 30, menyatakan bahwa sistem pertahanan Indonesia adalah sistim pertahanan dan keamanan semesta yang sering disebut dengan sishankamrata. Perang semesta bila dibandingkan dengan konsep pertahanan yang diterapkan atau pernah diterapkan dibeberapa negara lain dapat disejajarkan dengan pemikiran bangsa Indonesia dalam sistem pertahanan rakyat semesta,meskipun tidak sama persis, ada unsur yang sama.

Sebagai contoh adalah Singapura, negara ini menerapkan Pertahanan teritorial (Territorial Defence), dengan membandingkan model pertahanan yang diterapkan negara Swiss,Finlandia dan Israel. Pemilihan system pertahanan territorial yang diterapkan Israel bagi negara ini mempertimbangkan karena wilayah negara yang relatif kecil dan populasi penduduknya yang sedikit, sehingga semua warga negara dilibatkan sebagai kekuatan pertahanan. Pelibatan warga negara dalam memperkuat pertahanan tidak terbatas pada pria saja tetapi wanita juga mendapat kewajiban yang sama. [1]

Kepentingan negara dalam melibatkan seluruh warga negaranya dalam pertahanan negara, tidak hanya untuk kepentingan perang. Kebijakan negara dalam melibatkan warga negara dan komponen kekuatan negara, selama masa damai ditujukan untuk membiasakan seluruh warga negaranya agar bersikap disiplin dan terutama cinta tanah air. Dengan menanamkan sikap ini, negara dapat menilai dan mengukur sampai sejauh mana jiwa nasionalisme warganya dalam pertahanan negara. Kesiapan warga negara semenjak awal dalam misi negara, akan memudahkan penyusunan organisasi dengan mengerahkan warga negara dan kekuatan nasional lainnya, bila suatu saat terjadi perang atau negara diserang musuh maka seluruh warga negara siap menjadi anggota organisasi militer serta siap mengangkat senjata, melawan musuh.



[1] Adam Robert, Nation in Arms, the theory and practice of territorial defence.(1986;32)