Kamis, 23 Juni 2011

permasalahan TKI

Memahami Masalah Tenaga Kerja Indonesia


Diskusi tentang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) tidak akan pernah berhenti selama sebagian warga negara Indonesia menganggap bahwa menjadi TKI masih menjadi pilihan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masih menjadi lahan usaha dan industri yang menghasilkan banyak keuntungan bagi pengerah jasa tenaga kerja. Berita seputar TKI bermasalah di luar negeri terus meningkat, dan otomatis menambah beban permasalahan ketenagakerjaan Indonesia. Para TKI yang mencoba memperoleh rezeki di beberapa negara, namun tak jarang yang menerima perlakuan tidak adil, baik dari pihak majikan, penyalur/ Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), pemerintah tempat mereka bekerja, ataupun pemerintah kita sendiri. Terdapat beberapa faktor yang menjadi faktor penyebab meningkatnya arus TKI ke luar negeri yang dalam pandangan beberapa kalangan dianggap kurang menguntungkan nama baik negeri ini.

1. Sebagai akibat dari lemahnya sektor industri yang tidak mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja, menyebabkan keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri, termasuk adanya pemutusan hubungan kerja akibat tutupnya perusahaan-perusahaan besar sebagai imbas dari krisis moneter lalu, menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup tinggi, ternyata belum dapat berpengaruh langsung terhadap perkembangan sektor riil mengakibatkan semakin lebarnya jurang antara yang miskin dan kaya. Selain itu secara tidak disadari perekonomian Indonesia mulai mengarah kepada sistem kapitalisme, yang tidak mengenal belas kasihan dalam persaingan bisnis dan hanya mementingkan kelompok masing-masing, tanpa mempedulikan kondisi masyarakat dilingkungannya.

Jumat, 17 Juni 2011

Millenium Development Goals

"We will have time to reach the Millennium Development Goals – worldwide and in most, or even all, individual countries – but only if we break with business as usual.
We cannot win overnight. Success will require sustained action across the entire decade between now and the deadline. It takes time to train the teachers, nurses and engineers; to build the roads, schools and hospitals; to grow the small and large businesses able to create the jobs and income needed. So we must start now. And we must more than double global development assistance over the next few years. Nothing less will help to achieve the Goals."

United Nations Secretary-General
Kofi A. Annan

Berbicara mengenai MDG (Millennium Development Goals ) dan kamapanye tentang konsep pengembangan untuk mencapai tujuan bersama, bagi mereka yang bergerak di bidang pemerintahan atau pembangunan, terminologi MDG mungkin sudah cukup faham, tetapi secara umum, bagi masyarakat luas, pemahaman tentang MDG masih minim, sehingga penyampaian serba terbatas / informasi sekilas mengenai MDG, mungkin akan cukup berarti bagi sebagian orang, agar mereka dapat mencoba menempatkan diri pada posisi yang benar dalam mendukung program ini.
MDG dicetuskan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan September 2000, dalam konferensi tersebut dihadiri oleh 189 kepala pemerintahan negara-negara anggota PBB dan menyepakati Deklarasi Milenium. Para pemimpin tersebut berkomitmen untuk mengadopsi Millenium Development Goals (MDG) yang terdiri dari delapan tujuan beserta dengan seperangkat indikator dan target-targetnya.

Rabu, 15 Juni 2011

Prinsip Perencanaan terperinci dalam penerapan strategi ( Perang dan Bisnis)


PERAN PENTING PERENCANAAN
DITINJAU DALAM KEPENTINGAN PERANG DAN BISNIS

Dalam perang dan Bisnis, perencanaan menjadi faktor penting dan dibutuhkan untuk memenangkan perang atau meraih keunggulan dalam persaingan. Para peneliti dan ilmuwan karena kepentingan ini, telah mengembangkan berbagai sarana perencanaan diantaranya yang paling dikenal adalah perencanaan berbasis pada analisis perbandingan 4 faktor yaitu Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Dengan melakukan analisis 4 faktor tersebut dalam menjalankan organisasi sendiri dihadapkan dengan fihak pesaing, diharapkan organisasi akan memperoleh gambaran yang tepat untuk menentukan peluang yang terbaik demi kemenangan dalam perang maupun keunggulan dalam bisnis, dalam kata lain memperoleh keuntungan bagi organisasi sendiri.
Mengelola organisasi, perencanaan merupakan faktor yang sangat penting, sehingga perencanaan memperoleh porsi besar dalam organisasi dan karena pentingnya faktor ini maka organisasi besar membentuk staf atau departeman tersendiri yang khusus menangani perencanaan. Staf perencanaan bertanggungjawab mengembangkan rencana jangka panjang, jangka sedang dan jangka pendek, karena organisasi akan memperoleh banyak manfaat dari faktor perencanaan yang teliti dibandingkan dengan yang hanya mengandalkan pola pemecahan masalah insidentil yang ditemukan selama operasional organisasi, tanpa rencana yang dapat dipedomani. Organisasi sangat menggantungkan harapan pada perencanaan untuk keberhasilan misi organisasi.
Perencanaan terperinci, membutuhkan beberapa parameter sebagai persyaratan utama yang dalam strategi klasik yang dikembangkan Sun Tzu, menganjurkan proses perencanaan diawali dari proses penilaian faktor mendasar dan dimensi yang dihadapi. Menyadari pentingnya perang dan resiko yang dihadapi akibat perang, Sun Tzu memberikan pandangan tentang 5 faktor mendasar yaitu Pengaruh moral, Iklim, Lapangan, kepemimpinan dan doktrin. Sedangkan dalam menentukan perbandingan demensi yang dihadapi, terdapat 7 demensi yang perlu diperbandingkan, yaitu : Pengaruh moral dan penguasa; Kemampuan dengan Panglima; Keunggulan dengan Iklim dan Lapangan; Kekuatan Pasukan dalam Jumlah; Latihan Pasukan; Penerapan Reward dan punishment ( Disiplin) dan penerapan Doktrin ( Aturan dan instruksi). Dari hasil analisis terhadap 5 faktor mendasar dan 7 perbandingan dimensi, ternyata terdapat banyak kesamaan sehingga dengan menggabungkan kedua unsur tersebut diperoleh delapan faktor utama sebagai persyaratan utama yang harus dipertimbangkan dalam menyusun perencanaan yaitu: Pengaruh moral, kepemimpinan, Iklim, Lapangan, doktrin, kekuatan, pelatihan dan disiplin.