MENGALAHKAN
MALARIA
Tahun 1986, wilayah Timor Timur (Timtim)
masih menjadi bagian dari Indonesia dan pada era itu dibanggakan sebagai
propinsi termuda di Indonesia sebagai propinsi ke 27. Meskipun sudah menjadi bagian dari
Indonesia, belum semua rakyat Timtim menerima integrasi tersebut dan mereka
yang berada pada sisi ini masih melakukan perlawanan untuk mencapai cita-cita
mereka yaitu merdeka, menjadi negara berdaulat. Indonesia pada zaman itu mengapresiasi
sebagian rakyat Timti yang ingin bergabung dan menjadi bagian dari
Indonesia. Setelah berselang lebih dari
23 tahun kemudian, baru disadari bahwa Indonesia menjadi wilayah “TERABELICA”
sebagai sebuah wilayah layaknya sebuah peran tetapi pada area “non violent conflict” antara pengaruh Demokrasi
dan Komunis.
Naskah ini tidak diarahkan untuk fokus kepada
permasalahan masa lalu, tetapi dari keterlibatan langsung dengan wilayah Timtim,
telah diperoleh sebuah pengetahuan meskipun belum diteliti secara medis, yaitu
menghadapi “Malaria” . Mengingat
Malaria sampai saat sekarang masih menjadi ancaman bagi sebagian masyarakat
didunia, melalui naskah ini diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan yang
telah diuji coba dan menunjukkan hasil yang sangat positif.