Senin, 23 Mei 2011

Budaya organisasi

KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI

Budaya merupakan sesuatu yang dapat diasumsikan sebagai sesuatu yang dipercayai dan dilakukan, budaya berpengaruh besar terhadap organisasi, dengan pengertian bahwa organisasi akan menjadi baik atau menjadi buruk sangat dipengaruhi oleh budaya yang berlaku. Pemimpin, adalah suatu karakter yang dapat mempengaruhi organisasi, menggerakkan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin dapat menentukan bentuk budaya yang berlaku dalam suatu organisasi, menerapkan, mengelola, mengembangkan budaya yang efektif untuk dapat mempengaruhi awak organisasi mencapai tujuan yang ditetapkan.

Kepemimpinan dan budaya sebagai "dua sisi mata uang yang sama" demikian pemikiran beberapa pakar kepemimpinan, sehingga budaya organisasi, lebih banyak dipengaruhi oleh pemimpin organisasi. Budaya dan kepemimpinan, apabila diperhatikan dengan cermat, sulit dibedakan mana yang lebih berpengaruh apakah kepemimpinan atau budaya yang lebih berpengaruh terhadap kepemimpinan.  Dengan kondisi seperti itu, maka kepemimpinan harus memiliki peran yang lebih kuat, karakter pemimpin harus dapat memilih agar pemimpin dapat menanamkan pengaruh positif untuk menjadkan budaya sebagai pendorong motivasi kerja yang efektif.
Budaya organisasi akan bergerak menuju apa yang dilihat oleh kelompok-kelompok dalam organisasi, tentang apa yang dilakukan oleh pemimpin dan apa yang diarahkan oleh pemimpin, yang dapat diasumsikan bahwa untuk melihat budaya organisasi seperti apa, cukup dengan melihat siapa yang memimpin organisasi, karena organisasi akan dibawa sesuai karakter yang memimpin organisasi tersebut.

Seorang pemimpin harus mempelajari dan memahami budaya yang berkembang dan berpengaruh didalam organisasi, agar pemimpin dapat menganalisa apakah budaya yang berkembang dalam organisasi merupakan budaya yang positif atau budaya yang negatif. Dengan mempertimbangkan nilai budaya yang berkembang tersebut, pemimpin menentukan budaya seperti apa yang akan dibentuk, dikelola untuk ditingkatkan dan apakah budaya organisasi yang lama perlu dihancurkan lebih dulu yang selanjutnya diterapkan budaya organisasi baru yang lebih baik. 

Untuk menganalisis budaya organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, bila perlu dapat melibatkan orang luar dan memanfaatkan orang dalam yang sudah termotivasi serta menginginkan perbaikan terhadap budaya yang dianggap negatif. Pilihan ini dipertimbangkan untuk menghindari subjektivitas dan pembiasan terhadap keinginan pemimpin. Budaya yang berkembang di Indonesia masih terpengaruh dengan budaya kedaerahan, memunculkan kelompok-kelompok personel yang memiliki budaya yang sama dan berpengaruh terhadap berlangsungnya organisasi. Disini pemimpin harus dapat menerapkan dan menekankan kepada kelompok-kelompok budaya yang berkembang tersebut untuk disatukan dalam budaya nasional, berfikir secara nasional bukan terkotak-kotak dalam budaya kedaerahan. Oleh sebab itu, sebagai seorang pemimpin harus menempatkan diri ditengah-tengah semua kelompok budaya yang berkembang dan mengajak setiap kelompok untuk mulai secara bertahap merubah cara kerja organisasi atau cara bergaul dalam organisasi yang menekankan pada budaya masing-masing menuju budaya nasional yang mengarah kepada efektifitas kinerja organisasi.

Perlunya langkah konkret dalam mengelola budaya untuk mengefektifkan organisasi. Dilandasi dengan pemahaman pemimpin tentang budaya yang telah tertanam dalam organisasi dan sikap serta tauladan yang ditunjukkan oleh pemimpin, organisasi dibentuk dalam sub organisasi dan dikendalikan dalam dinamika kerja kelompok. Dengan penerapan seperti ini maka pemimpin dapat mengembangkan strategi, mengawasi dan mengendalikan sub organisasi menuju budaya organisasi yang lebih baik sesuai dengan arah dan tujuan organisasi yang dipikirkan oleh pemimpin. Kelompok yang dibentuk, setelah menyerap dan menerapkan budaya yang dikembangkan, selanjutnya akan membantu pemimpin mengubah budaya suatu organisasi secara bertahap dan menyeluruh. Keberhasilan penanaman budaya organisasi dapat diperhatikan dalam keseharian, karena budaya dapat diamati dalam perilaku keteraturan, yaitu melalui interaksi sosial, dalam norma-norma yang berkembang dalam kelompok kerja dan dalam nilai-nilai dominan yang dianut dalam suatu organisasi.

Dalam organisasi militer budaya yang positif disusun menjadi suatu ajaran yang disusun dalam bentuk doktrin dan aturan yang harus dipedomani oleh setiap awak organisasi dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari . Budaya yang telah ditetapkan menjadi sebuah aturan maka akan menimbulkan sanksi bagi awak organisasi yang melanggar atau keluar dari ketentuan “budaya” yang berlaku. Budaya organisasi diciptakan oleh para pemimpin, dan fungsi pemimpin yang sangat besar dalam menentukan, menciptakan, mengelola dan bila perlu seorang pemimpin harus melakukan penghancuran budaya, bila budaya yang berkembang akan merusak organisasi. 

Budaya organisasi, sangat mungkin dipengaruhi oleh budaya yang berkembang dilingkungan dimana organisasi bekerja, kepentingan-kepentingan awak organisasi dalam meningkatkan mutu hidupnya dan keluarganya. Diluar lingkungan organisasi juga terdapat kelompok-kelompok organisasi seperti paguyuban kedaerahan, perkumpulan hobby, dan masih banyak yang lain. Keberadaan organisasi yang berada pada wilayah tertentu akan berinteraksi dengan kebudayaan masyarakat, keadaan ini memungkinkan budaya yang belaku dimasyarakat berpengaruh terhadap budaya organisasi, atau sebaliknya budaya organisasi dapat mempengaruhi budaya masyarakat. Sebagai pemimpin organisasi, harus mampu melihat hal ini dan berusaha mencegah budaya lingkungan yang negatif mempengaruhi budaya organisasi yang dipimpinnya, serta sedapat mungkin budaya organisasi yang positif yang sudah dapat memajukan organisasi, dapat disebarluaskan kepada lingkungan, sehingga keberadaan organisasi militer disuatu lingkungan dapat berpengaruh positif terhadap masyarakat. 

Apabila konsep pengaruh ini dapat diterapkan oleh setiap organisasi militer terhadap lingkungan dimana organisasi ini bertugas secara konsisten, maka akan sangat membantu pengembangan karakter bangsa dalam mencapai dan mendukung kebijaksanan pemerintah disegala bidang.

Tidak ada komentar: