Jumat, 17 Juni 2011

Millenium Development Goals

"We will have time to reach the Millennium Development Goals – worldwide and in most, or even all, individual countries – but only if we break with business as usual.
We cannot win overnight. Success will require sustained action across the entire decade between now and the deadline. It takes time to train the teachers, nurses and engineers; to build the roads, schools and hospitals; to grow the small and large businesses able to create the jobs and income needed. So we must start now. And we must more than double global development assistance over the next few years. Nothing less will help to achieve the Goals."

United Nations Secretary-General
Kofi A. Annan

Berbicara mengenai MDG (Millennium Development Goals ) dan kamapanye tentang konsep pengembangan untuk mencapai tujuan bersama, bagi mereka yang bergerak di bidang pemerintahan atau pembangunan, terminologi MDG mungkin sudah cukup faham, tetapi secara umum, bagi masyarakat luas, pemahaman tentang MDG masih minim, sehingga penyampaian serba terbatas / informasi sekilas mengenai MDG, mungkin akan cukup berarti bagi sebagian orang, agar mereka dapat mencoba menempatkan diri pada posisi yang benar dalam mendukung program ini.
MDG dicetuskan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan September 2000, dalam konferensi tersebut dihadiri oleh 189 kepala pemerintahan negara-negara anggota PBB dan menyepakati Deklarasi Milenium. Para pemimpin tersebut berkomitmen untuk mengadopsi Millenium Development Goals (MDG) yang terdiri dari delapan tujuan beserta dengan seperangkat indikator dan target-targetnya.


Setiap negara yang telah berkomitmen untuk menerapkan MDG secara moral memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan upaya-upaya dalam rangka pencapaian tujuan bersama tersebut, terutama dalam lingkup internal masing-masing negara yang sekaligus dalam mendukung keberhasilan kerjasama dan kemitraan antarnegara. Dalam konteks ini, MDG dimaksudkan sebagai tolok ukur bagi kemajuan pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh negara-negara anggota, terutama negara berkembang yang dalam hal ini termasuk Indonesia.
MDG disepakati untuk diselenggarakan yang diharapkan dapat dicapai oleh negara-negara berkembang pada tahun 2015, tujuan-tujuan tersebut meliputi:
1. MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN
2. MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA
3. MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
4. MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK
5. MENINGKATKAN KESEHATAN IBU
6. MEMERANGI HIV/AIDS, MALARIA, DAN PENYAKIT LAINNYA
7. MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
8. MEMBANGUN KEMITRAAN GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN

Tujuan-tujuan tersebut diharapkan dapat di internalisasikan oleh masing-masing negara yang kemudian akan direalisasikan menjadi sebuah rencana tindak dengan batas waktu sampai tahun 2015. Tujuan tersebut dianggap sebagai semangat bersama antar Negara-negara di dunia untuk bergerak bersama, melakukan secara bersama-sama dan simultan untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas hidup manusia, sehingga diharapkan akan meminimalkan jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, yang dalam pemahaman ini tidak mungkin menghilangkan sama sekali jurang pemisah yang ada.

Sebagai sebuah semangat dan visi bersama, Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal, meskipun diakui bahwa untuk mencapai kedelapan tujuan tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun demikian sebagai sebuah kebijakan program, penyelenggaraan MDG merupakan hal yang positif dalam mengakselerasi kinerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat, yang pada kenyataannya tanpa atau dengan adanya MDG, tujuan tersebut merupakan kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap Pemerintah di seluruh Dunia.
Secara substansial, prinsip yang hendak dibangun dalam komitmen ini adalah terjadinya kerjasama antar Negara berkembang dengan Negara maju agar tujuan-tujuan ini dapat diwujudkan, dengan konsep Negara maju memberikan bantuan kepada Negara berkembang agar tujuan MDG dapat tercapai melalui transfer teknologi, perdagangan, pemberian pinjaman lunak, hibah ataupun penghapusan utang, yang tertuang dalam tujuan ke delapan, sedangkan tujuan 1-7 merupakan hal-hal yang harus dicapai oleh Negara berkembang, seperti Indonesia.
Banyak pihak yang mencurigai bahwa MDG dijadikan sebagai alat bagi Negara maju untuk menyusun platform baru agar Negara berkembang membuat perjanjian hutang baru. Namun dengan melihat komponen tujuan yang disepakati, hanya 1 komponen dari 8 komponen MDG yang mendukung pendapat ini, sehingga program ini harus menjadi pemikiran dan menumbuhkan dukungan semua fihak agar komponen-komponen tersebut dapat dicapai melalui sumber pembiayaan sendiri.
MDG sebagai sebuah program yang belum banyak diketahui oleh publik, ada kesenjangan antara pemerintah dan rakyat, karena informasi tentang hal ini hanya menjadi konsumsi pejabat pemerintah, yang menyebabkan rendahnya partisipasi rakyat terhadap program yang dikembangkan pemerintah. Sebagai individu yang simpati dengan MDG, mempromosikan MDG ke khalayak ramai, menjadi suatu kewajiban agar mereka yang belum mengetahui tentang MDG jadi menyadari bahwa secara internasional dan global, telah ada kesepakatan untuk melakukan program yang disepakati bersama dan ada keinginan untuk saling membantu. Melalui publikasi singkat ini, ada harapan yang ingin diraih, yaitu agar rakyat maklum dan pemerintah secara berkelanjutan dapat mengimplementasikan rancangan ini, dan berusaha menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat dapat terlibat dalam upaya pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintah.

Tidak ada komentar: